WELCOME TO MY BLOG

Jumat, 09 Juni 2017

Perpisahan

Beberapa hari ini aku tak bisa tidur. Sejak keputusanmu untuk pergi dari sini. Bukan karena kepergianmu yang membuatku berfikir dan enggan pejamkan mata. Namun untuk apa lagi aku bertahan dikota ini, jika bertahanku selama ini adalah karenamu. Masih ingatlah saat aku menangis dipinggir jalan mengiba-iba padamu ditengah malam. Aku mohon kepadamu jangan tinggalkan aku. Aku menangis semalaman sampai bengkak dan kau tetap terdiam. Hanya karena aku pergi dengan teman karena ingin menjalankan bisnis bersama. Meski  kerja sama itu gagal karena mereka menginginkan aku sendirian  dan aku tak mau,  aku tak ingin meninggalkan mu. Aku tak ingin berpisah darimu. Sekarang dengan keputusanmu itu aku tak tahu lagi bagaimana menentukan langkahku setelah pergimu. Hatiku  tercabik meski ini semua yang terbaik. 😢 entahlah.. Rasanya dunia ini tidak adil kepadaku. Setiap malam aku menangis(lagi) sesaat setelah kau pergi menemui temanmu entah sekedar ngopi, atau apalah aku tak tahu semalam suntuk dan kau kembali subuh. Selama itu pula mata ini tak pernah kering dan terpejam.  Kau tak pernah pikirkan itu semua bukan? Karena memang hatimu tak pernah ada untukku. Kau tak pernah memandang ku. Yang kuingat kau bersamaku karena kau merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi. Intinya ibalah yang kau miliki terhadapku. Tapi tetap kusyukuri.. Beberapa bulan ini aku bisa menahanmu untuk berada disampingku. Beberapa bulan ini aku tahu kau begitu tersiksa akan kehadiranku. Kebebasan yang terenggut. Aku tahu.. Aku terlalu egois dalam hal ini. Maafkan aku.
Beberapa hari terakhir ini.. Aku ingin terlihat tegar didepanmu. Tak ingin terlihat sedih dan terluka dihadapanmu. Meski terasa remuk redam rasa itu kupendam dalam hati. Aku tak ingin memberatkanmu. Aku tak ingin lagi kau terbebani. Biarlah cukup aku yang merasakannya.
Pergimu mungkin untuk kebaikan kita bersama. Masa depanmu. Keluargamu. Pun aku. Hanya berharap suatu saat nanti kita bertemu lagi. Entahlah.. Mungkin hanya harapanku saja. Karena apa yang terhubung antara kita tak pernah terjelaskan. Kau dengan prinsipmu dan aku yang terlalu. Ah.. Sudahlah. Terlalu banyak aku mengerti tentang dirimu. Terlalu banyak tanya dan aku takut akan jawabannya. Dan begitu banyak kenangan tentang kita yang tak mudah aku hapus begitu saja. Aku tak ingin ada kebencian diantara kita.
Jaga dirimu, kesehatanmu.. Aku akan baik-baik saja.. 😢

Sangatta, june 9"17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar