Aku menanam luka pada hatiku sendiri
Mengabai rasa sakit dan nestapa yang ada
Merenda tangis setiap malam menjelang
Menyulam mimpi palsu agar aku tetap bisa lanjutkan kehidupanku
Segalanya telah menjadi pilihanku
Sendiri meniti hari dan berteman sepi
Permainan nasib apa yang kujalani?
Hingga aku sanggup tinggalkan semua kenyamanan
Tak banyak yang tahu derita ini
Hanya aku dan Sang Pencipta sebagai dalangnya
Dan patutlah aku tetap berpegang padaNya
Agar aku tak jatuh kembali dalam kesalahan yang sama
Tetap rangkul aku Tuhan agar langkahku tegar hadapi semua ini
Rà
Sangatta Utara,25/12/'16