WELCOME TO MY BLOG

Minggu, 25 Desember 2016

Resahku Rasa

Aku  menanam luka pada hatiku sendiri
Mengabai rasa sakit dan nestapa yang ada
Merenda tangis setiap malam menjelang
Menyulam mimpi palsu agar aku  tetap bisa lanjutkan kehidupanku
Segalanya telah menjadi pilihanku
Sendiri meniti hari dan berteman sepi
Permainan nasib apa yang kujalani?
Hingga aku  sanggup tinggalkan semua kenyamanan
Tak banyak yang tahu derita ini
Hanya aku  dan Sang Pencipta sebagai dalangnya
Dan patutlah aku tetap berpegang padaNya
Agar aku  tak jatuh kembali dalam kesalahan yang sama
Tetap rangkul aku  Tuhan agar langkahku tegar hadapi semua ini


Sangatta Utara,25/12/'16

Rabu, 21 Desember 2016

Lukaku Luka

Aku ingin melupakanmu dengan sederhana
Seperti tatapan terakhir kita yang menyembunyikan sedikit airmata
Aku akan tetap berjalan meski perlahan
Aku akan mencoba kembali berlari meski tertatih
Hidup tidak akan pernah terhenti dan waktu tak akan mau menanti..
Aku akan kembali melukis mimpi hati
Sendiri...
Senandung hati ku tak pernah jauh dari kata sayang untukmu
Tapi engkau tak pernah merasakan semua itu
Hingga kau perlahan keluar dari lingkaran hidupku
Yang aku  tahu dari semua ini
Tidak ada yang percuma
Tidak ada yang sia2...
Meski semua telah berlalu
Kenangan indah itu tetap membiru dihatiku
Dan aku tetap merindumu
Kau akan tetap dalam hatiku
Selamat untukmu telah berhasil meninggalkanku


Sangatta Utara 22/12/'16

Selasa, 20 Desember 2016

Tuhan

Tuhan..
Inginku hadir disetiap resahnya mengusap lembut rasanya
Inginku selalu ada saat dalam gundahnya agar dia damai terasa
Dan inginku tertawa bersama saat bahagia menghampirinya
Rasa ini membuncah setiap waktu dengan sendirinya
Tuhan..
Ijinkan aku  menyayanginya tulus
Meski berujung tak mungkin bersama


Sangatta, 21/12/'16

Kamis, 15 Desember 2016

Hayal

Rentangkan hayal dan kenanganmu selebar yang kau ingin
Rangkul kebaikan yang pernah ada
Singkirkan segala benci untuk selangkah maju
Meninggalkan dengki dan iri yang terpatri
Menggenggam janji yang pernah terucap
Dan mendekapnya hingga akhir hayat

Senin, 05 Desember 2016

Rindu

Bertahan merindukanmu itu akan membuatmu semakin jahat padaku
Hanya bisa tersenyum saat kau temukan bahagiamu
Doa yang terbaik dan jadikan aku  yang terakhir mengenal lukamu
Sehingga tiada derita yang terkapar karena mencintaimu
Dan menyayangimu seperti..aku


6/12/'16

Jumat, 02 Desember 2016

Lies

It's all lie when i said I'm strong
It's all lie when i said i let u go
It's all lie when I'm happy without u
Look at me..
I'm so weak in the dark room
I'm so down when my heart so hurt
I'm so desperate away from u
Soo what's different from die and life  without u ??
Nothing... And still u go away from my life..even though I'm begging u.. Even though I try to hold u..
:'(


2/13/'16

Kamis, 01 Desember 2016

BNM

...dan kau tak pernah tahu senyum indahmu telah mengusik kesendirianku
Biarlah kunikmati kenanganmu dalam diamku
Meski harus ada luka, semua akan terasa adil pada saatnya
Karena tak ada proses yang mengkhianati hasilnya
Begitu juga dengan kisah kita berdua
Setidaknya aku pernah kau ingat, sebagai hati yang pernah diam-diam berharap
Kelak huruf akan terangkai menjadi kata, sebagaimana kita hanya tersisa sebagai cerita
Cerita dengan rangkaian aksara tanpa ada kisah kita bersama
Dan aku tidak akan bersuara karena aku adalah rahasiamu selamanya..

R@
#lagiEmbuhh
1/12/'16

Cerita Pendek

"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
Aku  terdiam memandangimu. Diantara temaram "candle night dinner" saat itu, aku  masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Begitu cepat dan sekarang telah berbeda apa yang kita alami.
Kau masih menunggu jawabanku. Dan kuhela nafas panjang. Masih sabar kau menanti jawabanku saat kutuliskan jawaban itu di pesan yang kukirim padamu. Segera kau membukanya. Dan segera pula air mataku bergulir tanpa sempat kubendung. Aku  sedemikian nelangsa, dan kau masih bertanya apa yang akan kulakukan selanjutnya?
"Aku  ingin bersamamu!!!" Teriakku dalam hati. Meski bukan itu jawaban yang kukirim kepadamu. Kau..terdiam. Dan akupun meneruskan isakku. Aku menyadari situasinya. Posisimu. Posisiku. Dan aku begitu egois ingin tetap bersamamu. Permainan nasib  apakah yang kita jalani ini? Berjuta tanya kupendam dalam hati. Adakah keinginanmu untuk bersamaku? Siapakah aku  dalam kehidupanmu? Sanggupkah perpisahan ini kujalani setelah apa yang terjadi? Sedihnya menyayat-nyayat hingga saat ini. Dan sejuta tanya itupun tetap terendap dalam hati.
Wajah sendumu membuatku tersadar. Tanpa jawabanpun aku tahu. Tapi tetap ku berharap. Hanya itu. Dan jawaban itu ku dapat beberapa hari kemudian. Dan seperti yang kupikirkan tiada keinginanmu untuk bersamaku. Setidaknya aku mampu tentukan langkahku. Meski berat dan sulit jalan yang kuhadap. Aku  harus mampu sendirian. Tanpamu, dia, mereka. Hanya aku.


MemorySangatta"16

Kamis, 24 November 2016

Hujan

Datanglah hujan..
Agar aku bisa menyamarkan air mata dibawah guyuranmu
Agar aku  bisa membasuh luka hati ini diantara rinaimu
Dan agar aku  selalu berdoa tentang kebaikannya dalam setiap langkahku
Meski sakit dan nelangsa yang terasa aku tetap masih ingin dia selalu bahagia
Setiap kenangan yang ada tak kan sempat kubendung seperti rintikmu
Semestinya tak kuhalangi rasaku namun harus kudekap bayangmu erat dalam palung hatiku
Menjaga segala rasa agar tetap berada pada tempatnya
Dan membuang benci yang tiada sempat terletup pada hati..


Sangatta, 24Nov'16

Senin, 14 November 2016

B

Baiklah. Mungkin aku harus pelan menghentikan rasa ini. Karena memang kusadari perasaan seperti ini tak semestinya ada. Rasa yang mulai mengungkung egois diri yaitu ingin memilikimu. Apakah semudah yang dikatakan orang-orang bahwa pergi sebelum tersakiti adalah yang lebih baik dilakukan? Itulah yang sedang menjadi pertanyaanku kini. Mudahkah aku untuk mengabaikanmu? Mudahkah aku untuk mulai melupakanmu? Mudahkah aku untuk terbiasa tanpamu? Segala risau dan gelisah memaksaku untuk berlalu cepat. Namun hatiku? Tertambat tak sengaja dipelabuhan hatimu yang terlarang. Aku mengutuk keadaan yang membenarkan rasa yang ada. Aku menjadi pesakitan cinta  tanpa aku bisa menolak semua hal yang seharusnya dapat aku abaikan sejak dulu. Kembali airmata menjadi teman dikala diam tanpa sempat permisi. Aku tahu cepat atau lambat hal ini harus aku hadapi dan akulah yang harus pergi. Mengapa harus begini? Menyayangi orang yang salah. Yang telah ada hati yang lain menempati hampir seluruh kehidupannya.
Tuhan...bantu aku untuk melupakan rasa yang salah ini. Walau harus ada sakit dan air mata namun aku tahu Engkau sebenarnya menguatkanku. Sayangi dia dengan cintaMu agar dia bahagia seperti mimpi dan harapannya. Aamiin.

R@

Selasa, 18 Oktober 2016

Denting Hati

Rasa apa ini?
Memendar keseluruh dinding hati..
Merasuk pelan segenap melodi
Tentang rasa ini..
Aku  enggan mengartikannya
Karena aku  hanya ingin merasakannya
Jika suatu saat rasa ini mengecap kecewa dan duka lara
Aku  masih ingin mengingatnya sebagai karunia
Atas rasa yang pernah ada
Atas segala yang telah terjadi
Dan atas semua yang terlalui
Aku  akan selalu mendekapnya sebagai kenangan sebatas mimpi

Sangatta, 18,10,2016
"Rà"


Senin, 26 September 2016

PAHAMI

Aku  mengerti segalanya yang terlalui memang harus berakhir disini
Semua kenangan juga mimpi yang pernah terlewati
Mengingatmu hanya membuatku menangis dalam kesedihan ini
Mengenang segala memory yang pernah terjalani
Dan memang seharusnya aku menyimpannya
Jauh.. Jauh di dalam palung hati ini
Kadang sejenak aku  membenak
Apakah kau juga rasakan kesedihan sama sepertiku?
Atau siapa yang mengisi harimu kini?
Pernahkah kau fikirkan atau terlintas bayangku terluka karenamu?
Berjuta tanya dan kecewa masih melingkari
Ah..
Alasanku saja agar aku  tetap mengenang dalam kebaikanmu
Dan bukan membencimu...
Juga putihnya hati yang pernah menyayangimu tetap abadi

"Rà"
Sangatta, 26.9.2016

Senin, 22 Agustus 2016

Sembilu

Derita ini semoga hanya aku  yang menjalani
Kuharap kau selalu bahagia dengan hidupmu
Tak kupungkiri hariku yang terluka
Kelabunya sanggup menutupi birunya hati
Namun semua adalah keputusanmu
Apalah aku  yang hanya sebagai rahasiamu
Sepihak tak mampu menolak
Sebelah meronta tak terima
Jika memang segala harus berakhir
Memanglah aku  yang harus tersingkir
Maaf atas segala kenangan indah
Yang tetap kusimpan sebagai hadiah
Mungkin memang sakit ini harus kuredam dengan tangisan
Agar kelak aku  mampu mengingatmu dalam kebaikan
Semoga kau tak merasakan apa yang kurasa saat ini
Seolah sampah yang tiada guna
Terpuruk dalam rindu dendam yang kau ciptakan

"Rà"