WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 05 Juli 2018

RASA

Aku melihatmu beberapa kali. Jangan tanya kapan dan dimana. Dan aku semakin menyadari bahwa debar itu sudah tak ada lagi. Terbiasa hati ini kembali menatapmu. Tak ada lagi denyut yang menjalar menghangat seperti dulu. Aku tersenyum. Ternyata aku mampu melewati semua ini. Ternyata tanpamu aku masih hidup sampai detik ini. Dan hebatnya lagi, aku mulai bosan melihatmu dengan segala kebohongan yang kau tunjukkan. Pura-pura bahagia.. Hahhaha.. Ternyata aku yang sejatinya bahagia. Kau bisa menutupinya. Kau bisa berpura. Tapi aku tak bisa kau bohongi dengan tatapan matamu yang sedih dalam kehidupanmu. Menyedihkan sekali hidupmu!!!
Apa yang kau lakukan akan kembali kepadamu.
Let karma do it.

East java, 5 july "18

Selasa, 30 Januari 2018

Langkah

Langkah ku kian cepat untuk meninggalkan mu. Bukan kah kau senang? Tak akan lagi ada batu sandungan. Ah..bagimu aku ini hanyalah setitik embun yang menghilang saat mentari sepenggalan. Hilang tiada berbekas meski itu hanya sepenggal ingatan. Biarlah.. Biarlah kita dengan cerita masing-masing. Dan ada saat dimana cerita kita akan terulang bukan pada kita. Meski bukan dengan judul yang sama namun kelak kau akan mengingat nya. Sebagai kisah yang sempat kau sengaja lupakan. Baik-baik lah kau dalam menjalani kehidupanmu yang egois..

Buat mu "B"
Lawu Selatan, 31/1"18

Selasa, 09 Januari 2018

Trust me

Kembali air mata tak berguna ini menentes dipipi.
Sewajarnya jika aku nelangsa melihat kehidupan mu yang sekarang.
Kau tutupi dengan huraaa dan gelak tawa.
Kau dustai hatimu sendiri dari nestapa.
Sejujurnya aku harus bahagia melihatmu menderita.
Namun hatiku tak menerima dengan segala yang ada.
Kau begitu angkuh dan sombong dengan semua.
Sampai kau lupakan sepotong hati yang tulus menyayangi.
Harus kupendam segala kesedihan.
Dan melihatmu dikejauhan dengan segala dustamu pada dunia.
Suatu saat nanti kau pasti mengingat.
Bahwa ada hati yang begitu kau bikin kecewa dan terluka dengan sifat mu yang egois.
Selamat berduka dan berpesta dengan derita yang tak berkesudahan.
Karena doa dan pengharapan telah kau gerus dengan kesombongan.

Sangut. 10jan18