Kembali air mata tak berguna ini menentes dipipi.
Sewajarnya jika aku nelangsa melihat kehidupan mu yang sekarang.
Kau tutupi dengan huraaa dan gelak tawa.
Kau dustai hatimu sendiri dari nestapa.
Sejujurnya aku harus bahagia melihatmu menderita.
Namun hatiku tak menerima dengan segala yang ada.
Kau begitu angkuh dan sombong dengan semua.
Sampai kau lupakan sepotong hati yang tulus menyayangi.
Harus kupendam segala kesedihan.
Dan melihatmu dikejauhan dengan segala dustamu pada dunia.
Suatu saat nanti kau pasti mengingat.
Bahwa ada hati yang begitu kau bikin kecewa dan terluka dengan sifat mu yang egois.
Selamat berduka dan berpesta dengan derita yang tak berkesudahan.
Karena doa dan pengharapan telah kau gerus dengan kesombongan.
Sangut. 10jan18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar