Aku mengenangmu diantara malam
Dengan beribu bintang serta separuh bulan..mengambang
Suara daun bambu bergesekan
Dan katak yang sedang berlomba memanggil hujan..di pematang
Aku berusaha mengenangmu dalam diam
Berebut kenangan suka dan duka
Mencubit hati yang tersakit-sakit dalam rengkuhan
Memecah harap menjadi kenyataan
Layar angan berhembus perlahan
Menuangkan tinta kelam yang terhapus oleh..selaksa cinta
Tertindih ribuan halusinasi yang mencipta mimpi
Tertumpuk pada cermin diri yang sama sekali tak..berarti
Mengeluhku pada pujangga
Mereka-reka kata melukis aksara
Bermakna...
Berjiwa..
Ah..semua hanya demam ilusi masa
Tak nampak bayangan itu lagi
Atau memang harus terpendam dalam lubuk hati
Jauh.. Jatuh.. Diam
Dan kelak cinta ini hilang sendiri..
R@
~LerengLawu~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar