Semburat jingga menapak di kaki langit
Seiring belaian bayu yang terkait
Pada remang senja di lereng bukit
Senduku kembali datang menggigit
Malam bergulir bertabur bintang
Namun sesaat datang berkabut
Seakan menjawab galau hati yang berdentang
Membisik rindu amarah yang kalut
Resahku tiada alasan
Berombak nyata dan maya impian
Gelisahku berdenting harapan
Walau getir datang berhamburan
Ah ... Mungkin harus sudah
Segala berakhir dalam gundah
Merela hari dan hati yang melemah
Pada realita jiwa yang pasrah
R@
~LawuSelatan~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar