WELCOME TO MY BLOG

Senin, 09 Maret 2015

KESALAHANKU

     Baiklah. Mungkin aku harus pelan menghentikan rasa ini. Karena memang kusadari perasaan seperti ini tak semestinya ada. Rasa yang mulai mengungkung egois diri yaitu ingin memilikimu. Apakah semudah yang dikatakan orang-orang bahwa pergi sebelum tersakiti adalah yang lebih baik dilakukan? Itulah yang sedang menjadi pertanyaanku kini. Mudahkah aku untuk mengabaikanmu? Mudahkah aku untuk mulai melupakanmu? Mudahkah aku untuk terbiasa tanpamu? Segala risau dan gelisah memaksaku untuk berlalu cepat. Namun hatiku? Tertambat tak sengaja dipelabuhan hatimu yang terlarang. Aku mengutuk keadaan yang membenarkan rasa yang ada. Aku menjadi pesakitan cinta  tanpa aku bisa menolak semua hal yang seharusnya dapat aku abaikan sejak dulu.

     Kembali airmata menjadi teman dikala diam tanpa sempat permisi. Aku harap keputusanku ini cepat membuatku 'move on.' Karena cepat atau lambat hal ini harus aku hadapi dan akulah yang harus pergi. Mengapa harus terulang lagi? Menyayangi orang yang selalu salah. Yang telah ada hati yang lain menempati hampir seluruh kehidupannya. 

     Tuhan...bantu aku untuk melupakan rasa yang salah ini. Walau harus ada sakit dan air mata lagi namun aku tahu Engkau sebenarnya menguatkanku. Sayangi dia dengan cintaMu agar dia bahagia seperti mimpi dan harapannya. Aamiin.

R@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar