*Kamis merona..
"Sometimes live is so busy, I couldn't say hello or send message. But it doesn't mean i have forgotten about u. I'm just giving u time to miss me more.."
Pesan itu! Setelah sekian lama aku menantinya, seharusnya hal itu akan membuatku bahagia dan berbunga seperti saat pertama aku mengenalmu dan kau menghilang selama 2 bulan. Dan pesanmu yang hanya," Hai, gimana kabarnya nih?" telah membuatku melambungkan asa kembali setelah sempat memutuskan untuk melupakanmu. Mungkin perkenalan kita hanyalah sebatas intermezo bagimu. Makanya engkau begitu mudah melupakan dan berlalu begitu saja. Tapi hari ini kau mengingatku (lagi) terbukti kau menyapaku saat aku mulai mengabaikanmu. Aku ingin segera membalas pesanmu. Tapi sisi lain hatiku melarangnya.
+ "Terlalu mudah kau berikan balasan yang semestinya dapat kau tahan 2 sampai 3 jam mendatang. Biarkan dia juga merasakan bagaimana menunggu jawaban walaupun itu hanya sekedar pertanyaan apa kabar."
- "Ah, kau telalTu banyak pertimbangan. Bukankah pesan itu yang kau inginkan dan kau tunggu-tunggu beberapa minggu ini?"
Perang batinku semakin membuatku bimbang. Dan akhirnya kuputuskan mematikan hpku. Aku tak ingin pekerjaanku terganggu. Segera kusibukkan dengan tugas yang Mbak Fajar berikan tadi pagi. Pukul 4 sore aku telah bebas dari tugas-tugasku. Hari ini toko tidak terlalu ramai, jadi aku bisa cepat-cepat pulang setelah tugasku selesai. Segera kukemasi peralatanku dan siap-siap untukk pulang. Diluar mendung tebal mulai menggelanyut membuatku ingin segera sampai dikost-kostan sebelum hujan mengguyur. Dan benar saja saat aku tiba di kost-kostan hujan benar-benar turun dengan derasnya. Aku segera mandi dan masuk kamarku. Setelah sholat Ashar aku merebahkan diri ditempat tidurku sekedar melepas lelah sebentar. Aku menghidupkan hpku yang sejak tadi siang mati. Dan kubuka kembali pesan Reno yang belum sempat aku balas. Aku mulai mengetik balasannya dengan ragu. Karena antara yakin dan tidak pesan balasanku ini akan dibalasnya atau hanya dibuka tanpa membalasnya seperti sebelumnya. Tak urung sempat beberapa saat aku ragu untuk memencet tanda "SEND" Tapi kuputuskan untuk mengirimnya apapun resiko yang kuperoleh nanti.
Mataku terpejam. Kilatan kenangan tentang Reno berkelebat cepat.
"Apa yang kau inginkan dariku? Ada kabar kau telah berdua. Aku tak ingin merusaknya. Aku cukup tahu diri tentang siapa aku di kehidupanmu. Ah.. apalah aku?"
Hpku bergetar tanda pesan masuk. Segera kubuka dan ternyata dari network yang menawarkan produknya. Aku tahu dia tak akan membalasnya cepat. Karena aku tahu aku bukan siapa-siapa dia.. Hanya sebatas teman rahasianya. Air mataku bergulir. Terlalu asa yang kusemat pada dinding harap. dan kuharap suatu saat aku mampu melepasnya bersama guliran waktu yang berkarat.
Dan...akupun tertidur.
R@

Tidak ada komentar:
Posting Komentar